Diceritakan kembali oleh:Amelia
Sejak mengetahui kehamilanku pacarku tidak mau bertanggung jwab dengan alasan belum resmi cerei dengan istrinya.Orang tuaku yang aku beritahu tentang kehamilanku dengan lantang mnyuruh aku minggat dari rumah, dan tidak mau mngakui aku sbagai anakkya. Hancur hatiku . pedih dan pilu sepilu2 nya.. apapun yang sudah aku lakukan untuk kedua orangtuaku tak ada gunanya karena aibku ini.
Siapa yang ingin membuat malu orang tua , tidak ada begitupun juga dengan aku , aku juga tak ingin membuat malu keluargaku tapi apa boleh buat pacarku telah membohongiku dia masih perjaka dan siap akan menikahi ku bila terjadi apa 2 dengan ku tapi nyatanya setelah mengetahui aku hamil dia malah bercerita kalau sebenarnya dia telah[un beristri dan mempunyai sati anak yang masih berumur 3thn.
Hatiku hancur berkeping2 .. ingin rasanya aku bunuh diri saat itu jg ,Dsaat aku benar2 dalam kesedihan dan keputus asaan datg lah seseorang yang rela dan mau menikahiku walaupun aku sudah hamil.Pernikahan ini tak direstui ayahku karena laki2 itu agak urakan tapi apa boleh buat demi kehamilanku ayahkupun merestui nya. sebelum bayiku lahir kedunia dia sudah diambil oleh Yang Kuasa ... setelah 1.5 aku menikah aku melahirkan seorang bayi laki2 hasil hubunganku dengan suamiku sendiri.aku tahu kesalahanku dan aku sudah mencoba untuk merubahnya . selama aku merantau aku usahakan uangku semua aku kirim untuk suamiku buat membangun sebuah rumah ditanah warisan suamiku . warisan tanah dri mertuaku.
Rumah mewah sudah berdiri megah lengkap dengan isi n perabotanya.aku kembali pulang dan hidup bahagia bersama kelurgaku....aku percaya sama suamiku karena hasil jerih payahku dia gunakan dengan baik .itulah awal kebodohan ku . aku selalu membela suamiku didepan orangtuaku. sawah, sapi dan barang2 hasil keringatku sebelum aku menikah yang di rumah orangtuaku sendiri sudah aku ambil .semua demi membuktikan cintaku sama suamiku. yang tlh menikahiku tanpa membedakan statusku. aku beli sepetak tanah dan anehnya dengan bgitu saja diatas namakan suamiku.
Aku tak peduli apapun kata orang lain tentang kami. antara langit dan bumi bagiku suamiku adalah dewa penolongku.setelah semua aku ambil dan aku berikan pada suamiku . mulai detik itu juga suamiku melarang aku untuk datang kerumah orangtuaku tanpa seijinnya. kemanapun aku pergi harus diantar olehnya tidak ada kata tidak.Mau beli bedak tidak boleh . mau beli baju tidak boleh, mau pergi belanja tidaak boleh,mau beli perhiasan akan lebih parah lagi.
Pagi itu ada acara temu BU RT motorku kuncinya malah disembunyikan , trpksa aku naik sepeda . malu gak malu mau gimana lagi, uang yang dibuat bangun rumah itu uangku sendri tapi aku disini tak lebih dari seorang babu, setiap hari harus mngerjakan rumah,cuci baju, ngosek wc bekas kotoran sodara2nya yg sengaja dikotori saat numpang ke toilet.masih harus ngurusi ayam dan memberi makanan kambing. menjadi seorang babu lebih berharga dari pada yang aku alami saat ini.Setiap malam pun aku masih harus melayani suamiku.Aku benar2 hidup dalam penjara keluargaku sendiri, Sebenci apapun orantuaku mereka tetap orangtuaku yang sangat menyayangiku mereka mngharapkan kedatanganku untuk menjenguk mereka namun suamiku tak mengijinkanku dan akan memarahiku bila aku tak menuruti kata2nya tapi bgaimana dengan orangtuaku???mungkin kalau rumah kami sngat jauh perlu biaya mahal tapi ini orangtuaku jalan kaki 15menit sudah sampai kalau sampai terjadi hal ini sangatlah memalukan . tapi aku gak bisa berbuat apa2 , suamiku akan menuruti segala keinginanku untuk makan saja apapun dia pasti belikan untuk yang lain tidak diperbolehkan aku udah gak kuat dengan semua ini aku cuba untuk meminta cerei , dengan lantang suamiku tidak mau mencereikanku.tapi kenapa tidak mau memberi sedikit kebebasan padaku apa salahku apa dosaku>apa kekuranganku??pada siapa aku harus mengadu anak sja aku gk boleh mengakuinya ??? ya alaah jalan apa yang harus aku tmpuh untuk membuat suamiku sadar . sekarang aku sudah tidak punya siaapa2 lagi uang juga sudah aku berikan pada suamiku.....aku hanya bsa berdo'a ... pesenku buat teman2ku jangan percaya 100%walaupun itu pada suami sendiri. biarkan aku saja yg mengalami jangan sampai terjadi pada klian uang harus punya pegangan sendiri ,tidak untuk sendiri untuk masa depan anak juga sangat berguna.
suamiku dulu sangat baik dan tidak ada tanda2 dia bisa berbuat apa2, tapi kenyataannya, didalam air tenang dia mengahanyutkan.
winflxgrd.exe
13 tahun yang lalu




0 komentar:
Posting Komentar