Laman

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 04 November 2011

Keutamaan Ibadah 10 Hari Pertama Dzulhijjah


atkan-ibadah-pada-10-pertama-dzulhijjah.htmlBulan Dzulhijjah adalah bulan yang mulia, salah satu dari bulan haram (suci) dimana amal ibadah di bulan ini pahalanya dilipatgandakan. Dan bulan ini juga merupakan bulan pelaksanaan ibadah haji. Jutaan umat Islam berkumpul di tanah suci untuk menunaikan panggilan Allah melaksanakan rukun Islam yang kelima. Kemuliaan bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
وَالْفَجْرِ {1} وَلَيَالٍ عَشْرٍ {2} وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ {3} وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ
“Demi fajar,  Dan malam yang sepuluh, Dan yang genap dan yang ganjil,  Dan malam bila berlalu” (QS Al-Fajr 1-4)
Allah SWT. bersumpah dengan 5 makhluk-Nya, bersumpah dengan waktu fajar, malam yang sepuluh, yang genap, yang ganjil dan malam ketika berlalu. Dan para ulama tafsir seperti, Ibnu Abbas ra, Ibnu Zubair ra, Mujahid ra, As-Sudy ra, Al-Kalby ra  menafsirkan maksud malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Allah bersumpah dengan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah karena keutamaan beribadah pada hari tersebut, sebagaimana hadits Rasul saw:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.‏
Dari Ibnu Abbas ra berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Tiada hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi hari-hari ini –yaitu sepuluh hari pertama Zhulhijjjah.“ Sahabat bertanya, ”Ya Rasulallah saw, tidak juga jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah?“ Rasul saw. menjawab, ”Tidak juga dengan jihad, kecuali seorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya serta tidak kembali (gugur sebagai syahid).” (HR Bukhari)
AMAL SHALIH DI SEPULUH  HARI PERTAMA DZULHIJJAH

Rabu, 02 November 2011

Sisi Lain Dari BMI HK

Sisi Lain Dari BMI HK

Kisah Pilu TKW HongKong : Kebablasan Pacaran Dengan Lelaki Pakistan, Hamil 4 Bulan, Dipecat Majikan !


Seorang Gadis, sebut saja Bunga tengah termenung meratapi nasib di sebuah bangku di ruang tunggu sore itu. Matanya sembab, rambutnya kusut, dan hanya menjawab sekenanya ketika ditanya.

Bawaannya tak seperti teman-temannya yang lain. Dia hanya pulang dengan membawa sebuah tas tangan kecil dan sebuah tas yang sepertinya berisi pakaian. Kecil juga.

Hari ini Bunga, yang bekerja sebagai TKW ‘terpaksa’ dipulangkan ke tanah airnya oleh sang majikan lantaran telah hamil 4 bulan,

yang artinya dia telah melanggar kesepakatan bersama sewaktu baru mulai bekerja. Sekitar setahun yang lalu, Bunga yang baru datang di Hongkong berkenalan dengan seorang pria asal Pakistan. Begitu simpatik, penuh perhatian dan pandai mengumbar berjuta kata pujian. Bungapun, yang merasa sendiri, jauh dari keluarga, butuh hiburan dan haus kasih sayang di negeri orang terhanyut, terbawa ke dalam buaian manis si Pakistan itu. Merekapun, saling mengumbar cinta, dari mulut hingga berakhir di sebuah guest room di suatu hari libur. Merasa nyaman dengan si Pakistan, Bungapun tak lagi memperdulikan bagaimana menjaga sesuatu yang harus dijaga.

Namun sekitar sebulan setelahnya, si Pakistan nan simpatik dan penuh perhatian tiba-tiba menghilang entah kemana. Jangankan menemui, ketika dihubungipun tak seperti biasanya, mendadak handphone nya tak aktif. Hari berganti minggu… dan seperti mendapat durian runtuh, di suatu malam, tiba-tiba ponsel Bunga berdering. Dari si Pakistan !

Alih-alih mengumbar kata cinta dan sayang setelah sekian lama tak bertemu, si Pakistan pun bercerita kalau dia sedang dalam kesulitan. Menurutnya, Ibunya sakit, dan usahanya barusan pailit. Adiknya ditahan polisi gara-gara difitnah. Itulah alasan kenapa dia tak menghubungi Bunga beberapa hari ini. Bunga pun jatuh iba, bagaimana mungkin orang yang dia sayangi dengan tulus sedang dalam kesulitan sementara dia duduk manis berdiam diri? Lalu, ketika si Pakistan meminta Bunga agar dia meminjami sejumlah uang dan perhiasan yang dia kenakan dari desa, tanpa ragu Bungapun menyetujui. Sejumlah uang yang mestinya dia kumpulkan untuk bekal pulang kampung dengan mudahnya melayang ke tangan si Pakistan, juga perhiasan pemberian orang tuanya di kampung ikut berpindah tangan. Demi cintanya kepada si Pakistan.

Si Pakistan berlalu meninggalkan Bunga yang terus menatap penuh harap. Berharap hari minggu berikutnya mereka kembali bertemu dan berbagi rindu. Namun minggu berganti minggu si Pakistan tetap membiarkan Bunga menunggu. Tak satupun nomer ponsel yang bisa dihubungi dan ketika Bunga memberanikan diri mendatangi alamat yang diberikan si Pakistan, Bunga mendapati kenyataan yang amat sangat membuatnya terpukul. Ternyata si Pakistan sudah hampir dua tahun tidak tinggal di situ dan mendengar cerita Bunga, semua orang di apartemen itu hanya tergelak dan mengatakan kalau itu memang “job” nya si Pakistan. Menipu para TKW baru dengan kedok cinta dan membawa tidak hanya kehormatan mereka, tapi juga sejumlah uang hasil jerih payah bekerja sebagai TKW.

Kini Bunga hanya dapat menyesali semua, mengutuki diri habis-habisan, meraung dan menangisi segala yang telah hilang dari dirinya serta… bayi yang kini berada dalam kandungannya. Bungapun linglung, putus asa dan tak berdaya. Sang majikan, yang akhirnya mengetahui dirinya hamil serta merta lapor ke agen penyalur yang akhirnya memutuskan kontrak kerja. Tanpa pesangon. Dan Bunga pun harus pulang tanpa membawa kebanggaan.

Entah bagaimana Bunga harus berkata pada orang tua yang tengah menanti dengan cemas di desa, entah bagaimana Bunga harus membesarkan jabang bayi yang ada di perutnya. Sungguh, saya berharap ini hanya cerita fiksi rekaan saya, tapi bukan, saat menceritakan kejadian ini Bunga duduk disamping saya di ruang tunggu bandara Hong Kong.

Terpublikasi di Tabloid Memorandum

Uly Giznawati
hongkong

Selasa, 01 November 2011

SELAYANG PANDANG KABUPATEN BLITAR



Secara geografis Kabupaten Blitar merupakan salah satu satu wilayah di Propinsi Jawa Timur yang terletak dikawasan Selatan dan berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Kendati berbatasan dengan Samudra Indonesia, Kabupaten Blitar memiliki ketinggian kurang lebih 167 meter di atas permukaan air laut.
Kabupaten Blitar berada di sebelah Selatan Khatulistiwa yaitu berada di 1110 401 – 1120 101 Bujur Timur dan 780 581 – 80 91 511 Lintang Selatan. Luas Kabupaten Blitar adalah 1.588,79 km2 yang dibelah oleh aliran Sungai Brantas terbagi menjadi 2 wilayah yaitu Blitar Utara dan Blitar Selatan. Luas Blitar Utara 898,94 km2 yang terdiri dari 15 (limabelas) kecamatan sedang Blitar Selatan seluas 689,85 km2 terdiri dari 7 (tujuh) kecamatan.
Kecamatan Wonotirto merupakan kecamatan terluas yaitu 171,63 km2, sebaliknya kecamatan paling sempit adalah Sanankulon, yaitu 33,33 km2. Beberapa kecamatan berada di atas ketinggian 300 meter di atas permukaan laut. Kecamatan tertinggi adalah Wates, berada pada ketinggian 420 meter di atas permukaan laut. Sementara itu kecamatan Wonotirto berada pada ketinggian 387 meter di atas permukaan laut.
Adapun kondisi geografis Kabupaten Blitar dan luas masing-masing kecamatan di Kabupaten Blitar dapat dilihat dari gambar peta dan tabel berikut :
Secara administrasi Kabupaten Blitar berbatasan dengan :
  1. Bagian selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia
  2. Bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Malang
  3. Bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung
  4. Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang.
Kabupaten Blitar berjarak kira-kira 160 km dari ibukota Propinsi Jawa Timur (Surabaya) yang dalam keadaan normal dapat ditempuh dari Surabaya kurang lebih empat jam.
Wilayah administrasi Kabupaten Blitar terbagi menjadi 22 (duapuluh dua kecamatan), 220 (dua ratus dua puluh) desa dan 28 (dua puluh delapan) kelurahan. Sedangkan jumlah dusunnya sebanyak 666, Rukun Warga (RW) 1.968 dan Rukun Tetangga (RT) sebanyak 7.118.
Dilihat dari kondisi Topografisnya, Kabupaten Blitar cukup bervariatif yakni terdapat wilayah yang berbukit-bukit seperti di wilayah Blitar Bagian Utara, Selatan dan Timur, sementara landai di sebelah Barat. Sedangkan ketinggian dari atas permukaan laut sekitar 167 meter.
Dari dua wilayah Kabupaten Blitar yaitu Blitar Utara dan Blitar Selatan, apabila dilihat dari struktur kesuburan tanahnya, tidak seluruh wilayah memiliki karakteristik yang sama. Kedua wilayah ini memiliki karakteristik tingkat kesuburan yang berbeda. Wilayah yang berada di Kabupaten Blitar bagian Selatan memiliki karakteristik yang kurang subur. Di wilayah ini memang didominasi oleh kawasan pegunungan / perbukitan yang berbatu. Sebagian besar wilayah pegunungan / perbukitan ini berkapur sehingga cenderung tandus yang berakibat sangat sulit ditanami.
Sementara itu di wilayah bagian utara memiliki karakteristik tanah yang bertolak belakang dari bagian Selatan. Di wilayah Utara tanahnya dikenal memiliki kesuburan, sehingga berbagai tanaman dapat tumbuh dengan baik. Karena itu di bagian Utara ini dikenal sebagai wilayah yang surplus dapat menghasilkan hasil bumi yang melimpah.
Salah satu pendukung kesuburan tanah yang berada di wilayah Utara ini adalah keberadaan gunung Kelud yang masih aktif. Di samping itu didukung dengan adanya aliran sungai yang jumlahnya relatif banyak. Di Kabupaten Blitar paling tidak terdapat sekitar 32 aliran sungai yang menjadi penopang semakin suburnya areal pertanahan. Dengan demikian berbagai tanaman yang membutuhkan air tidak sampai kekurangan sehingga dapat berkembang dengan subur.

SEJARAH KABUPATEN BLITAR

SEJARAH KABUPATEN BLITAR


Bilamanakah Blitar mulai bebrperan sebagai pusat Pemerintahan ?
Penentuan titi mangsa lahirnya Blitar sebagai pusat pemerintahan merupakan jawaban atas masalah hari pendirian Pemerintah Daerah yang kemudian menjadi Kabupaten Blitar. Dari berbagi prasasti yang dipandang sebagai bukti autentik seperti terurai atas, tidak terdapat sebuahpun yang memuat nama Blitar sebagai nama tempat Pusat Pemerintahan. Suatu hal yang pasti bahwa beberapa nama desa atau tempat yang disebutkan dalam prasasti-prasasti itu berada atau termasuk wilayah Kabupaten Blitar sekarang. Kenyataan itu membuktikan bahwa (sebagian) daerah Blitar sejak sepuluh abad yang lalu telah menjadi pusat kehidupan masyarakat yang penting. Berita agak pasti mengenai pertumbuhan Blitar sebagai Pusat Pemerintahan mulai ada sejak awal pemerintahan Raja-raja Majapahit. Sebagimana dapat dibuktikan dalam sejarah Kerajaan Majapahit lahir setelah Raden Wijaya berhasil mengusir tentara Tartar Ku Bilai Khan pada Tahun 1293 M. (Pararaton : 33)
Majapahit sebagai negara baru berpusat di dekat Mojokerta. Di bawah pimpinan raden Wijaya sebagai Raja pertama, negara Majapahit tumbuh dengan pesat. Suatu hal yang menarik dalam hubungan sejarah daerah Blitar dari masa itu ialah adanya peningalan bangunan suci yang terletak di Desa Kotes Kecamatan Gandusari.
Pada bangunan itu terdapat angka Tahun 1222 Saka dan 1223 Saka. Dengan demikian bangunan tersebut berasal dari tahun 1300 dan 1301 Masehi (Knebel : 1908 : hal. 355). Dengan perkataan lain, bangunan itu adalah sejaman dengan Pemerintah Raja Pertama Majapahit. Kenyataan di atas membuktikan bahwa sejarah Blitar pada awal abab ke – XIV masih menunjukkan wilayah yang penting. Apakah hubungan pendirian bagunan suci itu dengan sejarah daerah ini ? Suatu petunjuk yang dapat memberikan keterangan tentang hal itu antara lain terdapat sejumlah Prasatti dari masa abad ke – XII Masehi di daerah sepanjang lembah Gunung Kawi sebelah Barat. Ini menunjukkan bahwa daerah ini masih dapat dibuktikan hingga sekarang dengan adannya beberapa perkebunan. Faktor alamiah yang menguntungkan ini menyebabkan adannya kehidupan masyarakat yang makmur. Kemakmuran itu mendorong pertumbuhan penduduk yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak terdapat catatan tentang jumlah penduduk di daerah bagian Timur ini, namun dapat diperkirakan bahwa dengan adanya men-power maka daerah ini menjadi penting. Tersedianya tenaga manusia yang cukup besar, merupakan salah satu jaminan pergerakan pasukan secara mudah untuk suatu tujuan pertahanan maupun serangan.
Seperti halnya dalam prasati Tuhanyaru yang menyebutkan adanya anugrah tanah kepada sejumlah pejabat kerajaan berhubung yang bersangkutan telah berjasa kepada raja, maka prasasti Blitar pun memuat peryataan yang sama. Dapat diketahui bahwa hubungan antara raja Jayanegara dengan daerah Blitar mempunyai sifat yang istimewa. Hubungan yang istimewa itu diperlihatkan pada penempatan sejumlah ha yang diberikan kepada para pejabat, berhubungan dengan kesetiyaan desa Blitar kepada raja.
Dalam hubungan ini peristiwa apakah yang terjadi sehingga raja berkenan untuk memberikan anugrah kepada penduduk desa Blitar.
Seperti diketahui Raja Jayanegara menjadi raja majapahit yang kedua, mengantikan ayahnya Kerjarajasa Jayawardhana yang meninggal pada tahun 1309 M. Tentang Pemerintahannya ini ada dua sumber yang memberikan keterangan agak berbeda. Kedua sumber tadi adalah Negarakertagama, yang ditulis oleh Prapanca dan Pararaton yang tidak dicantumkan nama penulisnya. Secara singkat sekali Negarakertagama menceritakan tentang masa Pemerintahannya yang berlangsung antara tahun 1309-1328 Masehi.
Didalam Pupuh XLVII Prapanca melukiskan yang terjemahan dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut :
  • Beliau meninggalkan Jayanegara sebagai raja Wilatikta dan keturunan adiknya rajapadhi utama yang tiada bandingya, Dua puteri amat cantik, bagai Ratih kembar mengalahkan Bidadari yang sulung rani di Jiwana, sedangkan yang bungsu jadirani di Daha.
  • Tersebut pada Tahun Saka : Muti-guna-memaksa rupa bulan-madu, Baginda Jayanegara berangkat menyirnakan musuh ke Lumajang, Katanya Pajarakan dirusak, Nambi sekeluarga dibinasakan, Giris miris segenap jagad melihat kepiawaian Sri Baginda.
  • Tahun Saka : bulatan memanah suryah beliau pulang, Segera dimakamkan didalam pura, berlambang arca Wisnuparama. Di sela Petak dan Bubat tertegak area Wisnuparama. Di sela Petak dan Bubat tertegak area Wisnu-lambang-tara-inda. Di Sukalila arca Buda permai sebagai Amoga sidi-menjilma (Slamet Mulyana, 1953 : 42).
Dari puppuh tersebut diatas, maka dapat diketahui bahwa sesama Pemerintahan Jayanegara menghancurkan pemberontakan Nambi. Semua pemberontakan itu dapat di padamkan.
Suatu pemberontakan pecah lagi pada Tahun 1316 dan 1317 dibawah pimpinan Kuti dan Seni. Pemberontakan itu mengakibatkan raja jayanegara menghindarkan diri ke Desa Bedander dengan pengawasan pasukan Bhayangkara dibawah pimpinan Gajah mada. Berkat siasat Gajah Mada, Jayanegara berhasil naik tahta. Kuti dan Seni berhasil dibinasakan. (Pararaton : 80-83). Kedua pemberitaan ini memberi petunjuk bahwa sesama bawahan semasa Pemerintahan Jayanegara telah terjadi pemberontakan, tetapi berhasil dipadamkan. Kenyataan diatas membuktikan bahwa Jayanegara menghadapi masa yang sulit pada tahun pertama Pemerintahannya. Kenyataan ini yang dapat memberikan keterangan , apa sebabnya jayanegara mengeluarkan prasastinya tersebut diatas. Tidak dapat diragukan lagi, bahwa penetapan prasasti di Blitar ini merupakan perestiwa penting setelah Jayanegara ini merupakan titik peresmian berdirinya swastanca Blitar dalam naungan kekuasaan Majapahit dibawah Pemerintahan Jayanegara. Dan peristiwa yang penting itu, sesuai dengan unsur penanggalan dalam prasasti, terjadi pada hari Minggu Pahing bulan Srawana tahun Saka 1246, yang bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 1324 M. Untuk masa-masa selanjutnya Blitar disebutkan dalam kitab Negarakertagama dalam hubungannya dengan perlawanan Raja Hayam Wuruk ke daerah-daerah Jawa Timur. Beberapa puluh tahun yang membuat hal pemerintah hal itu sepanjang menyangkut Blitar serta tempat-tempat lain di daerah sekitarnya tertulis pupuh-pupuh.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa :
  1. Tampilan Wilayah yang kini menjadi daerah Kabupaten Blitar, yang paling tua tercatat dalam prasasti Kinewu dipahatkan pada belakang arca Ganesa dari abab X. Prasasti itu memberikan petunjuk bahwa wilayah Kabupaten Blitar, merupakan bagian dari kerajaan Balitung yang berpusat di Jawa Tengah.
  2. Ketika pusat Pemerintah pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur sekitar abad ke-X, sejarah daerah Kabupaten Blitar dapat diketahui berdasarkan prasasti-prasasti yang dikeluarkan oleh raja-raja dinasti Isana. Selama Pemerintahan raja-raja ini berlangsung diantarannya awal abad ke-X sampai dengan akhir abad ke-XII, beberapa tempat yang sekarang termasuk Wilyah Kabupaten Blitar disebut dalam prasasti-prasasti Pandelegan I 1117, Panumbangan I 1120, Geneng I 1128, Talang 1136, Japun 1144, Pandelegan II 1159, Mleri 1169, Jaring 1181, Semanding 1182, Palah 1197, Subhasita 1198, Mleri I 1198 dan Tuliskriyo 1202.
  3. Ketika kerajaan Singasari berkembang ada beberapa prasasti yang berhubungan dengan daerah Kabupaten Blitar sekarang. Prasasti tersebut dikeluarkan pada masa Pemerintahan Raja Kartanegara (1268-1292) yang dikenal dengan prasasti Petung Ombo 1260 M. beberapa peningalan purbakala yang berasal dari zaman Singasari seperti : patung Ganesa dari Boro dan Candi Sawentar membuktikan bahwa semasa Pemerintahan raja-raja Singasari, daerah Kabupaten Blitar telah memegang peranan yang penting.
  4. Pada zaman majapahit kedudukan daerah Kabupaten Blitar menjadi sangat penting. Hal itu terbukti dengan adanya candi Kotes yang didirikan pada masa Pemerintahan Pendiri Kerajaan Majapahit yaitu Nararya Wijaya atau Kerta Rajasa Jayawardana (1294-1309). Candi makam raja itu terletak di desa Sumberjati dukuh Simping Kecamatan Suruhwadang.
  5. Saat yang sangat penting bagi pertumbuhan sejarah Kabupaten Blitar dewasa ini terdapat pada masa Pemerintahan Raja Jayanegara (1309-1328). Salah satu prasastinya ditemukan di desa Blitar sekarang. Prasasti tersebut dikenal dengan prasasti Blitar I yang bertarikah “Swasti sakawarsatita 1246 Srawanamasa tithi pancadasi Suklapaksa wu para wara ….” atau 5 Agustus 1324 Masehi. Prasasti ini memuat saat berdirinya Blitar sebagai daerah Swatantra.
  6. Masa-masa pemerintahan Raja-raja Majapahut kemudian, nama Blitar berkali0kali disebutkan dalam kitab nagarakertagama yang ditulis moleh Pujangga : Prapanca. Naskah ini selesai ditulis bertepatan dengan 1 Oktober 1363 M. blitar dan tempat-tempat lain telah dikunjungi oleh raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajahmada dalam rangka perjalanan Raja Hayam Wuruk ke Wilayah Jawa Timur yang dimulai pada Tahun 1357 M.
  7. Beberapa peningalan yang berupa candi membuktikan bahwa sepanjang abad XIV hingga akhir abad XV kedudukan Blitar semakin penting. Hal ini terbukti dari adanya candi Penataran yang merupakan candi negara sebagian besar berasal dari masa Pemerintahan Jayanegara hingga Wikramawardhana (1389-1429). Peninggalan dari raja terakhir ini sekarang terdapat di lereng Gunung Kelud yang sekarang dikenal dengan nama Candi Gambar Wetan (1429M).
Maka berdasarkan uraian diatas diambil keputusan bahwa HARI LAHIR KABUPATEN BLITAR ialah 5 AGUSTUS 1324

Keindahan Pantai Pangi di Ujung Selatan Blitar

Keindahan Pantai Pangi di Ujung Selatan Blitar

pangi
Keindahan Pantai Pangi di Ujung Selatan Blitar
Inilah keindahan pantai Pangi di sore hari, pantai yang berada di selatan atau termasuk kedalam laut selatan ini berada di Kabupaten Blitar. Ini salah satu dari obyek wisat pantai yang ada di kabupaten Blitar, karena masih ada pantai Tambak Rejo, pantai Jolo Sutro. Dengan wilayahnya yang berbatasan dengan laut kabupaten blitar memiliki pantai yang memang harus dikembangkan.
Hari itu adalah hari Lebaran ke sekian, kita bersama-sama teman melakukan perjalanan ke rumah teman-teman yang lain, karena Lebaran itulah kesempatan untuk bisa berkumpul dan beramin ke rumah teman. Teman satu kelas dulu waktu masih menempuh pendidikan MTsN di kota Blitar. Kurang lebih  tahun tidak bertemu, ada ide untuk dolan ke pantai Pangi.
teman
Siang itu juga kita berangkat untuk ke sana bersama 5 teman. Untuk menempuh pantai Pangi di selatan Kabupaten Blitar ini memang lumayan jauh dari pusat kota, namun demikian kondisi jalan menuju pantai Pangi lumayan baik. memang pantai ini belum begitu terjamah wisatawan, karena memang cukup jauh dan unutk sampai ke lokasi pantai tidak bisa langsung. motor yang di bawa harus dititipkan dulu selanjutnya jalan kaki sekitar 200 meter dengan naik turun untuk sampai pada bibir pantai.
Keindahan Pantai Pangi di Ujung Selatan Blitar
Waktu itu memang lumayan ramai dengan pengunjung yang ingin menikmati keindahan pantai pangi, biasa kebanyak muda-mudi. Dan kita sempat mengabadikan beberapa sudut dan keindakhan pantai Pangi bersama teman-teman. Untuk lebih banyak  Foto waktu berwiasata ria bersama teman MTsN bisa di lihat di sini atau yang belum tahu dimanakah itu lokasi pantai Pangi di Kabupaten Blitar bisa dilihat di sini.  Selamat menjelajahi wisata indonesia.

Dolan ke Pantai Tambak Rejo

Dolan ke Pantai Tambak Rejo

Indeks, Info Blitar, Lifestyle, wisata  Tagged , , , , , , , , , , Oktober 13th, 2011
Melihat laut dan merasakan sentuhan ombak
Melihat laut dan merasakan sentuhan ombak
Beberapa hari yang lalu saya sempat dolan, atau bahasa lain tamasya ke pantai. Karena sudah janji mengajak seorang dolan ke pantai. Pantai yang saya kunjungi adalah pantai yang dekat saja dengan rumah, dan akses ke sana mudah. Jatuhlah pilihan ke pada pantai Tambak Rejo. Pantai ini ada di desa Tambak Rejo, kecamatan Wonotirto, kabupaten Blitar. Kalau dari rumah saya berdasarkan spedo sepeda motor sekitar 36 km atau saya perkirakan sekitar 47 km ke selatan dari kota Blitar.
Pantai Tambak Rejo adalah salah satu pantai yang ada di kabupaten Blitar yang memang sebelah selatan langsung berbatasan dengan laut. Bagi masyarakat Blitar pantai ini sudah familiar atau dikenal, setiap tanggal 1 syuro (penanggalan jawa) diadakan upacara pelarungan sesaji dan menjadi  salah satu agenda kegiatan pemerintah kabupaten Blitar. Pantai lain yang pernah saya kunjungi di Blitar adalah pantai Pangi, ceritanya bisa dibaca di sini.
Tak akan banyak kata-kata yang akan saya tulis, ini beberapa photo dari dolan ke pantai Tambak Rejo, karena hari biasa dan bukan hari libur jadi terlihat sepi, ada hanya sedikit wisatawan dan kegiatan nelayan. Cekidot aja :D
Pasir putih yang lumayan luas diapit oleh tebing
Pasir putih yang lumayan luas diapit oleh tebing
Saya dan hanya beberapa orang yang melihat pantai ini.
Saya dan hanya beberapa orang yang melihat pantai ini.
Para nelayan gotong royong mengangkat perahu ke pinggir pantai
Para nelayan gotong royong mengangkat perahu ke pinggir pantai
Perahu nelayan yang disandarkan di pinggir pantai
Perahu nelayan yang disandarkan di pinggir pantai
Duduk santai di atas pasir putih
Duduk santai di atas pasir putih

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More